Showing posts with label Cerita Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Cerita Motivasi. Show all posts

Monday, August 15, 2011

Bersedia

Bersedia
Bersedia
Penulis : Andrias Harefa


Bersediakah Anda mengerjakan apapun yang saat ini menjadi pekerjaan Anda, seandainya Anda tidak dibayar sepeser pun untuk itu? Bersediakah Anda menjual produk dan jasa yang sekarang Anda jual, seandainya Anda tidak mendapatkan gaji, insentif, atau komisi dari penjualan tersebut? Bersediakah Anda menjadi akuntan publik, seandainya Anda tidak mendapatkan imbalan uang sama sekali?


Bersediakah Anda melakukan pekerjaan sebagai dokter, sekalipun tak ada yang mau membayar Anda untuk itu? Bersediakah Anda bekerja sebagai pengacara, kalau hal itu tidak memberikan manfaat finansial bagi Anda? Bersediakah Anda bekerja sebagai insinyur sipil, arsitek, pembawa acara televisi, musisi, penyanyi, penari, penulis, ekonom, hakim, jaksa, polisi, tentara, anggota DPR, pejabat pemerintah, guru, pembicara, motivator, dan sebagainya, jika pekerjaan itu tidak mendatangkan uang buat Anda?


Jika jawabannya adalah YA, maka Anda sedang dalam perjalanan menuju sukses.


Begitulah salah satu nasihat Oprah Winfrey, ratu talk-show dunia yang kesohor itu. "Jika Anda bersedia melakukan pekerjaan Anda yang sekarang tanpa menerima bayaran, Anda dalam perjalanan menuju sukses," katanya. Sebab, jika Anda tidak digerakkan oleh motivasi uang, maka ada kekuatan lain yang lebih besar yang menggerakkan Anda. Kekuatan itu boleh disebut dengan nama apapun-inner power, the giant within, DNA sukses, hasrat inti, burning desire, the spirit of success, dsb-yang jelas kekuatan macam itulah yang menuntun orang meraih sukses.


Nasihat Oprah itu bisa juga dibaca demikian: "Jika Anda bersedia melakukan pekerjaan Anda yang sekarang semata-mata karena menerima bayaran, Anda dalam perjalanan menuju kegagalan." Sebab jika Anda bekerja setiap harinya sekadar untuk mendapatkan gaji setiap bulannya, maka pekerjaan itu pastilah bukan pekerjaan yang menantang bagi jiwa Anda. Pekerjaan itu hanyalah sekadar nafkah yang tidak mendorong Anda untuk meraih sesuatu yang lebih besar dari sekadar materi. Pekerjaan itu tidak menggali bakat-bakat, kemampuan, hasrat dan pilihan-pilihan terbaik Anda. Pekerjaan semacam itu tidak perlu terkait dengan ketetapan hati (pikiran-perasaan-kemauan), sesuatu yang justru sangat penting untuk bisa membuat Anda sukses.


Sungguh menantang untuk mengetahui "apa yang bersedia kita lakukan, sekalipun hal itu tidak mendatangkan uang. Sebab sejak kecil kita diajar untuk mengejar nilai baik dalam tiap ulangan dan ujian di sekolah, tetapi kita tidak diberi contoh bagaimana belajar secara baik. Akibatnya, kita belajar untuk mendapatkan nilai dengan cara menyontek. Kita tidak diajar untuk bersedia memilih jujur, sekalipun mendapatkan nilai jelek di rapor sekolah. Akibatnya kita terbiasa menganggap kejujuran sebagai suatu 'tindakan bodoh' yang harus dihindari sebisanya. Dan karena biasa menyontek, maka kita tidak biasa mempertanyakan minat-bakat-ambisi-hasrat kita yang terdalam. Kita terbiasa untuk menjadi ikut-ikutan, menjadi manusia rata-rata, menjadi bagian dari gerombolan yang tak punya tujuan, tanpa identitas, tanpa rasa tanggung jawab. Kita telah dikelabui oleh cara berpikir "habis sekolah cari kerja yang menghasilkan banyak uang secepat-cepatnya, dengan cara apapun juga".




Sungguh penting mengambil waktu memikirkan "apa yang bersedia saya lakukan, sekalipun hal itu tidak menghasilkan uang". Rutinitas kerja mencari nafkah telah mengaburkan pandangan banyak orang mengenai apa yang sungguh-sungguh diinginkan jiwanya, atau apa yang sebenarnya merupakan tugas dan panggilan hidupnya.


Rutinitas kerja telah menjadi belenggu baja yang memasung segala potensi, sehingga tak kunjung teraktualisasi. Rutinitas kerja telah membuat banyak orang lupa mengejar makna, mencari jawaban yang lebih baik mengenai apa sebabnya ia dilahirkan di bumi ini. Rutinitas kerja telah memasung kreativitas, menurunkan kecerdasan dari tahun ke tahun, sekadar untuk melakukan pekerjaan yang berulang-ulang, yang membuat otak berfungsi minimum, yang membuat hidup terasa membosankan. Rutinitas kerja telah membuat orang lupa bahwa kerja juga merupakan ibadah untuk mempersembahkan yang terbaik bagi Allah. Rutinitas kerja mengantar orang sampai pensiun. Lalu mati. Tanpa kontribusi. Tanpa makna.


Sungguh menarik untuk menemukan kembali, "apa yang bersedia saya lakukan, sekali pun hal itu tidak menghasilkan uang". Sebab usaha untuk menjawabnya akan menuntun kita masuk ke dalam batin kita, melakukan ziarah spiritual, mengaktivasi kembali kompas jiwa yang lama tersandera. Jalannya pasti tak mudah dan tidak bisa instan. Berbagai kerak dan kotoran batin mesti dikeluarkan lebih dulu, sebelum mencapai kebeningan hati. Persis seperti penggali sumur yang berupaya menemukan air bersih. Ia harus mengebor tanah sampai kedalaman beberapa meter, lalu mengeluarkan air berlumpur secara terus menerus, dengan tekun, dengan ketetapan hati, dengan keyakinan bahwa kebeningan menanti di kedalaman. Setelah menggali sekian puluh meter, ia mungkin baru menemukan air berpasir putih, yang menjadi penanda bahwa sumber air yang jernih telah dekat. Seperti itulah pula pertanyaan reflektif "apa yang bersedia saya lakukan, sekalipun hal itu tidak menghasilkan uang" perlu diselenggarakan. Dilakukan secara secara terus menerus, dengan tekun, dengan ketetapan hati, dengan keyakinan bahwa kebeningan menanti di kedalaman.


Berani mencoba? Refleksi macam begini, memang, bukan untuk orang pengecut!

Thursday, August 11, 2011

The Wisdom of Giving

The Wisdom of Giving

oleh : Andrie Wongso

The Wisdom of Giving

Suatu hari, seorang pengusaha di Hong Kong tanpa sengaja menjatuhkan sebuah logam senilai satu dolar ke dalam parit yang sempit dan dalam. Dengan gelisah, ia berusaha untuk mendapatkan kembali uang logamnya tersebut. Seorang tukang sapu jalan yang kebetulan lewat dan melihatnya, berusaha membantu.


Tak lama kemudian, uang logam itu berhasil ditemukan kembali. Sang pengusaha begitu gembira. Ia mengantongi satu dolar tersebut dan mengeluarkan selembar uang seratus dolar dari dompetnya, lalu diberikannya kepada tukang sapu jalan itu. Sesaat tukang sapu jalan tertegun dan dengan penasaran ia bertanya, "Mengapa Anda lebih rela memberikan seratus dolar daripada kehilangan satu dolar di dalam selokan?"



Sang pengusaha tersenyum dan menjawab, "Bila uang satu dolar ini terjatuh ke dalam selokan maka saya akan kehilangan satu dolar ini untuk selamanya! Tapi bila saya memberi seratus dolar pada Anda, saya tahu bahwa seratus dolar saya masih berada di pasar peredaran uang, dan itu berarti saya bisa mendapatkan kembali uang saya. Mungkin dua kali, sepuluh kali, bahkan seratus kali lipat."


Bila kita ingin memberi berkat kepada orang lain, berarti kita juga harus memulainya dari memberi. Ketika kita memberi, berarti kita memiliki kemampuan, kemauan, ketulusan, keikhlasan, dan rasa syukur.



Kapanpun, di manapun, siapapun, mari berpikir dan berbuat (action)!

"Apa yang bisa kita berikan agar dunia ini bisa menjadi lebih indah, aman, damai, dan mampu menyejahterakan banyak orang?"


Apakah Anda takut untuk memberi?

Monday, June 27, 2011

Kisah Bong chandra yang dulu benci membaca

oleh Bong Chandra
Kisah Bong chandra yang dulu benci membaca

Pada saat saya masih diibanku SMA, pekerjaan membaca merupakan salah satu hal yang saya hindari. Saya lebih tertarik membaca komik ketimbang buku - buku perkembangan diri. Saya juga berpendapat bahwa orang yang suka membaca buku adalah orang yang kurang pergaulan.
Namun dalam perjalanan waktu, pendapat saya mulai berubah. Pengalaman tersebut dimulai ketika Saya mulai bergaul dengan para pengusaha - pengusaha sukses. Cara pandang saya berubah ketika melihat sebagian besar orang - orang sukses ternyata memiliki perpustakaan kecil di rumahnya. Mereka juga berkata bahwa rata - rata pengarang buku sudah berusia 40 tahun, jadi bila kita membaca 1 buku saja, kita sudah menyerap pengalaman orang lain selama 40 tahun.
Pengalaman kecil tersebut mendorong saya untuk mulai menyukai buku. Pada saat itu diusia 18 tahun, kondisi keuangan Saya sangat memprihatinkan. Maka untuk membeli satu buah buku, Saya harus menabung selama beberapa minggu. Bagi Saya ini bukanlah komitmen yang mudah. Namun Saya percaya investasi pengetahuan adalah investasi terbaik yang tahan inflasi atau bahkan krisis.
Saya hampir ketiduran pada saat membaca buku pertama yang saya beli. Namun perlahan saya menyadari kesalahan bukan terletak pada buku yang saya baca, melainkan cara saya membaca buku. Saat itu saya mencoba menghabiskan semua bab dalam ssatu hari. Menyadari kesalahan tesebut, saya pun memutuskan untuk membaca 1 bab saja sehari. Renungi dan praktekan dulu bab pertama, baru melangkah ke bab kedua. Dengan cara tersebut, membaca terasa sangat menyenangkan dan efektif.
Kisah Bong chandra yang dulu benci membaca

Kebiasaan membaca buku inilah yang membuat negara jepang menjadi negara yang disegani dunia. Tidak sedikit dari warga jepang bahkan membaca buku saat berdiri di kereta atau bus. Saya percaya Indonesia memiliki potensi yang lebih besar dibanding negara - negara maju bila rakyatnya mau memulai untuk membaca.
Sisihkan uang bulanan Anda, investasikanlah uang Anda dengan membeli minimal 1 buku setiap bulan. Anda tidak harus membeli buku karangan Saya, Anda bisa membeli buku - buku dari pengarang lain. Saya merekomendasikan Anda untuk membaca buku - buku perkembangan diri, motivasi, bisnis, kepemimpinan, dan komunikasi.
Selamat membaca,
Bong Chandra
Pengarang buku Unlimited Wealth & The Science of Luck

Friday, June 24, 2011

Cerita Inspiratif Ulat dan Pohon Mangga

Cerita Inspiratif Ulat dan Pohon Mangga
oleh Andrie Wongso


Cerita Inspiratif Ulat dan Pohon Mangga
Seekor ulat yang kelaparan terdampar di tanah tandus. Dengan lemas ia menghampiri pohon mangga sambil berkata, “Aku lapar.. Bolehkah aku makan daunmu?”

Pohon mangga menjawab, “Tanah di sini tandus, daunku pun tidak banyak! Apabila kau makan daunku, nanti akan berlubang dan tidak kelihatan cantik lagi. Lalu aku mungkin akan mati kekeringan.
Hmmm… tapi baiklah, kau boleh naik dan memakan daunku. Mungkin hujan akan datang dan daunku akan tumbuh kembali.”
Ulat naik dan mulai makan daun-daunan. Ia hidup di atas pohon itu sampai menjadi kepompong dan akhirnya berubah menjadi kupu-kupu yang cantik.
“Hai pohon mangga, lihatlah aku sudah menjadi kupu-kupu. :) Terima kasih karena telah mengizinkan aku hidup di tubuhmu. Sebagai balas budi, aku akan membawa serbuk sari hingga bungamu dapat berbuah.”

Monday, June 6, 2011

[Cerita Motivasi] Menyelesaikan Masalah

[Cerita Motivasi] Menyelesaikan Masalah
oleh Andrie Wongso
Cerita Motivasi Menyelesaikan Masalah kumpulan motivasi stia aan yogyakarta


Suatu hari di dalam kelas sebuah sekolah, di tengah-tengah pelajaran, seorang guru memberi sebuah pertanyaan kepada murid-muridnya, "Anak-anak, andaikan suatu hari kita berjalan-jalan di alam terbuka. Kemudian dii depan kita terbentang sebuah sungai kecil. Walaupun tidak terlalu lebar tetapi airnya sangat keruh sehingga tidak diketahui berapa dalam sungai tersebut. Sedangkan satu-satunya jembatan yang ada untuk menyeberangi sungai, tampak di kejauhan berjarak kira-kira setengah kilometer dari tempat kita berdiri."
"Pertanyaan Bapak adalah, apa yang akan kalian perbuat untuk menyeberangi sungai tersebut dengan cepat dan selamat? Pikirkan baik-baik, jangan sembarangan menjawab. Jawablah dengan memberi alasan kenapa kalian memilih jalan itu. Tuliskan jawaban kalian di selembar kertas. Kita akan diskusikan setelah ini."
Seisi kelas segera ramai, masing-masing anak memberi jawaban yang beragam. Setelah beberapa saat menunggu murid-murid menjawab di kertas, sang guru segera mengumpulkan kertas dan mulailah acara diskusi.
>> Ada sekelompok anak pemberani yang menjawab, "Kumpulkan tenaga dan keberanian, ambil ancang-ancang dan lompat ke seberang sungai!"
>> Ada yang menjawab, "Kami akan langsung terjun ke sungai dan berenang sampai ke seberang."
>> Kelompok yang lain menjawab, "Kami akan mencari sebatang tongkat panjang untuk membantu menyeberang dengan tenaga lontaran dari tongkat tersebut."
>> Dan ada pula yang menjawab. "Saya akan berlari secepatnya ke jembatan dan menyeberangi sungai. Walaupun agak lama karena jarak yang cukup jauh, tetapi lari dan menyeberang melalui jembatan adalah yang paling aman."
Setelah mendengar semua jawaban anak-anak, pak guru berkata, ”Bagus sekali jawaban kalian. Yang menjawab melompat ke seberang, berarti kalian mempunyai semangat berani mencoba. Yang menjawab turun ke air berarti kalian mengutamakan praktik. Yang memakai tongkat berarti kalian pintar memakai unsur dari luar untuk sampai ke tujuan. Sedangkan yang berlari ke jembatan untuk menyeberang berarti kalian lebih mengutamakan keamanan."
"Bapak senang kalian memiliki alasan yang positif dan baik dalam memberi jawaban yang bapak ajukan. Itu menunjukkan bahwa setiap orang punya cara yang berbeda-beda dalam menyelesaikan setiap masalah yang dihadapi. Oleh karena itu, jangan takut pada masalah-masalah yang muncul di hadapan kalian. Asalkan kalian mau berusaha dengan keras, tahu dengan jelas target yang hendak dicapai, pasti tujuan kalian akan terwujud!"
"Pesan bapak, mulai dari sekarang dan sampai kapanpun, kalian harus lebih rajin belajar dan berani menghadapi setiap masalah yang muncul, sehingga kalian akan kaya pengalaman dan tentunya kaya mental."
Sahabat yang luar biasa!
Dalam hidup, kita semua sebagai manusia selalu mempunyai masalah yang harus dihadapi. Selama kita tidak melarikan diri dari masalah, dan sadar bahwa semua masalah dan rintangan itu harus diatasi, melalui pola pikir & cara-cara yang positif serta keberanian kita menghadapi semua itu, tentu hasilnya akan maksimal.
Hanya dengan action dan belajar, belajar dan action lagi, manusia baru bisa mencapai pertumbuhan mental yang sehat dan dapat merealisasikan keberhasilan seperti yang kita idam-idamkan!

kumpulan motivasi stia aan

Sunday, May 1, 2011

Daftar 10 Kisah Sukses yang Berawal dari Kegagalan

Daftar 10 Kisah Sukses yang Berawal dari Kegagalan
Sumber ( http://forum.vivanews.com/forumdisplay.php?f=42 )


Adam Khoo
Dia orang Singapura. Waktu kecil, ia adalah penggemar berat games dan TV. Sehari, ia bisa berjam-jam di depan TV. Baik main PS atau nonton TV.

Adam Khoo pun dikenal sebagai anak bodoh. Ketika kelas empat SD, Ia dikeluarkan dari sekolah. Ia pun masuk ke SD terburuk di Singapura. Ketika akan masuk SMP, ia ditolak oleh enam SMP terbaik di sana.

Akhirnya, ia bisa masuk ke SMP terburuk di Singapura. Begitu terpuruknya prestasi akademisnya, tapi lama kelamaan membaik justru karena cemoohan teman-temannya, hingga akhirnya memperoleh kesuksesan di dunia bisnis.

Prestasi Adam di dunia bisnis ditandai pada saat Adam berusia 26 tahun. Ia telah memiliki empat bisnis dengan total nilai omset per tahun US$ 20 juta.

Kisah bisnis Adam dimulai ketika ia berusia 15 tahun. Ia berbisnis music box. Bisnis berikutnya adalah bisnis training dan seminar. Pada usia 22 tahun, Adam Khoo adalah trainer tingkat nasional di Singapura. Klien-kliennya adalah para manager dan top manager perusahaan-perusahaan di Singapura. Bayarannya mencapai US$ 10.000 per jam.

Albert Enstein
Siapa yang belum tahu Albert Einstein? Dialah Ilmuwan terkenal abad 20 yang terkenal dengan teori relativitasnya. Dia juga salah satu peraih Nobel. Siapa sangka dia adalah seorang anak yang terlambat berbicara dan juga mengidap Autisme. Waktu kecil dia juga suka lalai dengan pelajaran.

Aristotle Onassis
Di sekolah, ia bodoh dan suka mencari perkara, mengikuti contoh banyak orang kaya. Tidak aneh kalau ia diusir dari beberapa sekolah. Ia paling sering menduduki ranking terbawah di kelasnya. Salah seorang gurunya berkata:

Teman-teman sekelas memuja dia, tetapi guru guru dan keluarganya berputus asa. Selagi ia masih muda, dengan mudah orang dapat melihat bahwa dia akan menjadi seorang di antara mereka yang akan menghancurkan diri sama sekali atau sukses secara gilang-gemilang. Walaupun raportnya di sekolah jauh dari bagus, bakatnya untuk berdagang dan mencari uang telah tampak sejak dini. Akhirnya dia menjadi seorang milyuner.

Thomas Alva Edison
Suatu hari, seorang bocah berusia 4 tahun, agak tuli dan bodoh di sekolah, pulang ke rumahnya membawa secarik kertas dari gurunya. ibunya membaca kertas tersebut,

Tommy, anak ibu, sangat bodoh. kami minta ibu untuk mengeluarkannya dari sekolah.

Sang ibu terhenyak membaca surat ini, namun ia segera membuat tekad yang teguh, ”anak saya Tommy, bukan anak bodoh. saya sendiri yang akan mendidik dan mengajar dia.”

Tommy kecil adalah Thomas Alva Edison yang kita kenal sekarang, salah satu penemu terbesar di dunia. dia hanya bersekolah sekitar 3 bulan, dan secara fisik agak tuli, namun itu semua ternyata bukan penghalang untuk terus maju.

Siapa yang sebelumnya menyangka bahwa bocah tuli yang bodoh sampai-sampai diminta keluar dari sekolah, akhirnya bisa menjadi seorang genius? jawabannya adalah ibunya! Ya, Nancy Edison, ibu dari Thomas Alva Edison, tidak menyerah begitu saja dengan pendapat pihak sekolah terhadap anaknya.

Chris Gardner
Sudah pernah nonton film atau baca buku Pursuit of Happyness ? Itulah kisah nyata kehidupan Christoper Paul Gardner yang diperankan oleh Will Smith. Pahit manisnya kehidupan tampaknya sudah dirasakan olenya. Kehilangan tempat tinggal, ditinggal istri, ditangkap polisi, kesulitan membayar kredit, semuanya sudah dirasakan. Dia bukanlah orang berpendidikan tinggi tapi dia terus berusaha dan berjuang, Kini dia menjadi seorang milyuner sukses, motivator, entrepeneur dan filantropis.

Sekarang dia mempunyai Gardner Rich & Co, sebuah perusahaan pialang saham.

Ludwig Van Beethoven
Jika anda mengenal seorang wanita yang sedang hamil, yang telah mempunyai 8 anak, tiga diantaranya tuli, dua buta, satu mengalami gangguan mental dan wanita itu sendiri mengidap sipilis, apakah anda akan menyarankannya untuk menggugurkan kandungannya? Jika anda menjawab ya, maka anda baru saja membunuh salah satu komponis masyur dunia. Karena anak yang dikandung oleh sang ibu tersebut adalah Ludwig Van Beethoven.

Ketika Beethoven berumur di ujung dua puluhan, tanda-tanda ketuliannya mulai tampak, tapi akhirnya ia menjadi Komponis yang terkenal dengan karya 9 simfoni, 32 sonata piano, 5 piano concerto, 10 sonata untuk piano dan biola, serangkaian kuartet gesek yang menakjubkan, musik vokal, musik teater, dan banyak lagi.

Louis Braille
Louis Braille mengalami kerusakan pada salah satu matanya ketika berusia 3 tahun. Waktu itu secara tidak sengaja dia menikam matanya sendiri dengan alat pembuat lubang dari perkakas kerja ayahnya. Kemudian mata yang satunya terkena sympathetic ophthalmia, sejenis infeksi yang terjadi karena kerusakan mata yang lainnya.

Kebutaan tidak membuatnya putus asa, ia menciptakan abjad Braille yang membantu orang buta juga bisa membaca. Sekarang siapa yang tidak tahu Abjad Braille?

Abraham Lincoln
Kisah Lincoln merupakan contoh klasik orang-orang yang benar-benar berani gagal.

Gagal dalam bisnis pada tahun 1831.
Dikalahkan di Badan Legislatif pada tahun 1832.
Gagal sekali lagi dalam bisnis pada tahun1833.
Mengalami patah semangat pada tahun 1836.
Gagal memenangkan kontes pembisara pada tahun1838.
Gagal menduduki dewan pemilih pada tahun 1840.
Gagal dipilih menjadi anggota Kongres pada tahun 1843.
Dilantik menjadi anggota Kongres pada tahun 1846.
Gagal menjadi anggota Kongres pada tahun 1848.
Gagal menjadi anggota senat pada tahun 1855.
Gagal Menjadi Presiden Pada Tahun 1856.
Gagal Menjadi anggota Dewan Senat pada tahun 1858.

Akhirnya pada tahun 1860 dilantik sebagai presiden Amerika yang ke-16 dan salah seorang presiden yang sukses dalam sejarah Amerika.

Bill Gates
Nah, ada yang tidak kenal Bill Gates? William Henry Gates III, atau yang lebih dikenal Bill Gates adalah pendiri (bersama Paul Allen) dan ketua umum perusahaan perangkat lunak AS, Microsoft. Ia juga merupakan seorang filantropis melalui kegiatannya di Yayasan Bill & Melinda Gates.

Ia menempati posisi pertama dalam orang terkaya di dunia versi majalah Forbes selama 13 tahun (1995 hingga 2007). Siapa sangka dia DO dari Harvard dan sebelumnya pernah bekerja sebagai Office Boy

Mark Zuckerberg
Yang satu ini dinobatkan sebagai miliarder termuda dalam sejarah yang memulai dari keringatnya sendiri. Bagaimana tidak, dimulai dari sebuah situs penghubung mahasiswa Harvard, ternyata banyak yang menyukainya, dengan nekat ia mengikuti jejak seniornya, Bill Gates, DO dari Harvard untuk mengembangkan situs tersebut menjadi Facebook yang kita kenal sekarang.

Tahukah Anda? Mark pernah menolak tawaran Friendster yang ingin membeli Facebook 10 juta US$ , artinya sekitar Rp. 9,500,000,000 (kurs Rp. 9,500), tawaran dari viacom 750 juta dolar (Rp. 7,125,000,000,000) dan yang paling mengagetkan tawaran dari yahoo satu miliar dolar (Rp. 9,500,000,000,000).



kumpulan motivasi stia aan

Tuesday, April 12, 2011

Kisah Sukses Pendiri Apple

Kisah Sukses Pendiri Apple
sumber : ( http://www.rayabogor.co.cc/Kisah-Sukses/kisah-sukses-pendiri-apple.html )

Cerita sukses tak selalu bermula dari ide besar. Banyak sukses yang justru lahir dari gagasan sepele. Ada juga yang menangguk untung besar lantaran kelihaiannya mengadopsi dan meniru temuan orang lain. Tetapi tak sedikit juga yang meraih sukses karena keberaniannya menanggung risiko dan kreativitasnya dalam melakukan inovasi terhadap sesuatu yang sudah ada.



Dalam bukunya, Emily Ross & Angus Holland mengisahkan hal ini cukup menarik. Ia juga memilah-milah kisah sukses atas dasar sejarah dan kecenderungannya, sehingga mempermudah pembaca untuk memahami. Sebagai contoh adalah kisah-kisah sukses yang diraih karena kekuatan adaptasi modelnya. Ross & Holland menyebutkan Starbucks yang berevolusi dari hanya sebuah toko penjual biji kopi, dan Coca Cola yang berjaya setelah dikemas dalam botol.

Keberanian mengambil risiko oleh para kreator dan inovator juga menjadi kisah tersendiri. Keberhasilan Apple menjadi salah satu contoh besarnya. Sang penemu, Steve Wozniak, sempat ditolak ketika mengajukannya ke Hewlett-Packard (HP). Ia kemudian menyodorkannya kepada Steve Jobs yang kemudian menjadi mitranya. Dengan modal uang dari hasil menjual mobil VW milik Wozniak dan kalkulator HP milik Jobs, mereka membiayai desain pertama Apple saat Jobs berusia 21 tahun dan Wozniak lima tahun lebih tua. Siapa sangka kalau kini Apple menjelma menjadi sebuah usaha besar di dunia.

Sementara itu banyak juga sukses besar yang bermula dari gagasan sepele. Liquid Paper adalah salah satu contohnya. Produk ini bermula dari kebingungan sang penemunya, Bette Graham. Saat itu, seorang ibu yang bekerja sebagai sekretaris ini kerap stres lantaran pekerjaannya dalam mengetik. Bayangkan, bagaimana pusingnya dia ketika harus membuat hasil ketikannya rapi dan bersih, sementara ketikannya kerap salah.

Suatu ketika tanpa sengaja dia melihat seorang tukang cat tengah mengecat. Tukang cat itu ternyata tak sengaja menodai hasil kerjanya. Untuk membersihkannya, pengecat itu kemudian menimpa noda itu dengan cat putih.

Dari situ, Graham terpikir untuk melakukan hal serupa. Dia mencoba menggunakan cat tempera putih berbahan dasar air dan kuas tipis untuk menutup kesalahan ketiknya. Ternyata berhasil. Pada tahun 1957 ketika teman-temannya mengetahui hal ini, Graham mulai mengomersialkan, hingga mampu menjual sekitar 100 botol per bulan. Hebatnya, 15 tahun kemudian, perusahaan yang didirikan berhasil menjual sedikitnya lima juta botol per tahun.

Yang tak kalah menarik adalah sukses besar yang terjadi karena kecerdikannya dalam mengadopsi ide orang lain. Contohnya Dietrich Mateschitz yang mengubah tonik menyehatkan asal Thailand, si kerbau air merah alias Krating Daeng, menjadi manis dan berbuih yang cocok untuk orang-orang Austria. Ia lantas mengemasnya lebih menarik dalam kaleng ramping, dan memberinya merek Red Bull. Dengan klaim sebagai ‘minuman cerdas’ yang mampu meningkatkan kinerja seseorang, Red Bull menangguk sukses besar. Pada tahun 2006, penjualannya mencapai 3,5 miliar dolar AS, dan kini diperkirakan jauh melebihi angka itu.

Sukses juga bisa terjadi pada seseorang yang memiliki kemampuan berinovasi dan melakukan eksekusi lebih baik terhadap ide yang sudah ada. Michael Dell adalah salah satu contohnya. Ia berhasil menembus industri yang memuja inovasi tanpa membuat inovasi dengan tangannya sendiri. Dia mulai membangun komputer rakitan di kamar kosnya dan menjualnya dengan harga relatif murah melalui pos. Kini, siapa tak kenal komputer Dell?

Langkah sama terjadi pada Sergey Brin dan Larry Page. Ia melakukan inovasi yang serupa, sehingga Google-nya kini sukses menyaingi mesin pencari yang lebih dulu ada, seperti Yahoo!, Alta Vista, dan Lycos.

Dalam buku ini juga diungkapkan tentang para penemu yang kurang beruntung. Sebaliknya keuntungan justru dinikmati orang lain. Salah satu contoh adalah Coco Chanel. Ketika parfum pada umumnya dibuat dengan satu jenis bunga, Coco menemukan ramuan parfum yang luar biasa: hasil perpaduan beberapa jenis bunga yang kemudian menghasilkan Chanel No. 5. Tapi sayang, akibat kesulitan modal, Coco haus berkongsi dengan keluarga Pierre Wertheimer, yang mempunyai infrastruktur untuk memproduksi parfum berskala besar. Hasilnya? Keluarga Wertheimer yang justru menikmati kekayaan, bahkan hingga cucunya yang sekarang.

Seratus jurus sukses bisa menjadi inspirasi bagi pembaca, bahwa sukses besar bisa terjadi pada siapa saja dan dengan cara apa saja. Yang penting adalah ketekunan dan keberanian dalam menghadapi risiko.

Anda pasti mengenal produk Mac, iPod, dan yang terakhir iPhone. Ketiga produk itu adalah brand yang sangat terkenal dari perusahaan Apple Inc. Bahkan, Apple saat ini dianggap sebagai salah satu perusahaan paling berpengaruh dalam perkembangan teknologi dunia. Lantas, apa sebenarnya kunci sukses dari Apple dalam menciptakan inovasi teknologi tersebut?

Adalah sosok Steve Jobs, sang pendiri Apple lah yang memiliki visi jauh ke depan sehingga membuat Apple menjadi perusahaan yang sangat disegani hingga kini. Namun, jika menengok kisah Steve, kita sebenarnya bisa melihat betapa ia adalah sosok pengagum kesederhanaan dan keindahan. Inilah dua kunci dasar - selain visinya ke depan - yang membuat Apple berhasil mematahkan dominasi Microsoftnya Bill Gates.

Bagi Anda yang sudah akrab dengan beberapa produk Apple, pasti segera tahu betapa produk Apple sangat sederhana dan user friendly. Namun, meski sederhana, bentuknya sangat elegan. Inilah yang membuat Apple selalu punya penggemar fanatik. Tentu, hal ini tak bisa lepas dari sentuhan tangan dingin sang pendiri, Steve Jobs.

Steve Jobs lahir pada 24 Februari 1955 dari seorang ibu berkebangsaan Amerika, Joanne Carole Schieble, dan ayah berkebangsaan Syria, Abdulfattah "John" Jandali. Namun, saat dilahirkan, ia segera diadopsi oleh pasangan Paul dan Clara Jobs. Sejak kecil, Jobs sudah menunjukkan ketertarikannya pada peranti elektronik. Bahkan, dia pernah menelepon William Hewlett - presiden Hewlett Packard - untuk meminta beberapa komponen elektronik untuk tugas sekolah. Hal itu justru membuatnya ditawari bekerja sambilan selama libur musim panas. Di Hewlett-Packard Company inilah ia bertemu dengan Steve Wozniak, yang jadi partnernya mendirikan Apple.

IQ-nya yang tinggi membuat Steve ikut kelas percepatan. Tapi, ia sering diskors gara-gara tingkahnya yang nakal - meledakkan mercon hingga melepas ular di kelas. Di usianya yang ke-17, ia kuliah di Reed College, Portland, Oregon. Namun, ia drop out setelah satu semester. Meski begitu, ia tetap mengikuti kelas kaligrafi di universitas tersebut. Hal itulah yang membuatnya sangat mencintai keindahan.

Tahun 1974 ia kembali ke California. Ia bekerja di perusahaan game Atari bersama Steve Wozniak. Suatu ketika, Steve Jobs tertarik pada komputer desain Wozniak. Ia pun membujuk Wozniak untuk mendirikan perusahaan komputer. Dan, sejak itulah, tepatnya 1 April 1976, di usinya yang ke-21, Steve mendirikan Apple Computer. Singkat cerita, kisah sukses segera menjadi bagian hidupnya bersama Apple.

Namun, saat perusahaan itu berkembang, dewan direksi Apple justru memecat Steve karena dianggap terlalu ambisius. Sebuah pemecatan dari perusahaan yang didirikannya sendiri. Meski sempat merasa down, karena kecintaannya pada teknologi, ia pun segera bangkit. Steve mendirikan NeXT Computer. Tak lama, ia pun membeli perusahaan film animasi Pixar. Dari kedua perusahaan itulah namanya kembali berkibar. Hal ini bertolak belakang dengan apa yang terjadi pada Apple. Perusahaan itu justru di ambang kebangkrutan.

Saat itulah, Steve kembali ke Apple, hasil dari akuisisi Apple terhadap NeXT. Banyak orang yang meramalkan Steve tak kan lagi mampu mengangkat Apple. Steve menanggapinya dengan dingin. "Saya yakin bahwa satu hal yang bisa membuat saya bertahan adalah bahwa saya mencintai apa yang saya lakukan. Kita harus mencari apa yang sebenarnya kita cintai. Dan adalah benar bahwa pekerjaan kita adalah kekasih kita. Pekerjaan kita akan mengisi sebagian besar hidup kita. Dan satu-satunya jalan untuk bisa mencapai kepuasan sejati adalah melakukan apa yang kita yakini," sebut Steve.

Kecintaan inilah yang mengantarkan Steve kembali mengorbitkan Apple ke jajaran elit produsen alat teknologi papan atas. iPod dan iPhone saat ini menjadi produk yang sangat laris di pasaran. Visinya ke depan juga membuat iTunes, sukses jadi toko musik digital paling sukses di dunia. Ia menjawab keraguan orang dengan kerja nyata dan hasil gemilang. Bentuk indah, elegan, sederhana, namun powerful, menjadi ciri khas produk Apple hingga saat ini.

Kecintaan kita pada apa yang kita lakukan akan menjadi jalan kita menuju kesuksesan. Hal itulah yang dibuktikan oleh sosok Steve Jobs. Bahkan, meski ia sempat terpuruk dan "diusir" dari perusahaannya sendiri, kecintaannya pada teknologi membuatnya kembali. Inilah bukti nyata bahwa jika kita mencintai pekerjaan kita dengan sepenuh hati, hasil yang dicapai pun akan jauh lebih maksimal.



kumpulan motivasi stia aan

Thursday, April 7, 2011

Umpan-balik Mempertajam Kreatifitas

Umpan-balik Mempertajam Kreatifitas

By M. Suyanto, STMIK AMIKOM Yogyakarta

Tulisan sebelumnya telah membahas bahwa sesungguhnya kegagalan itu tidak ada, ketika masih kecil tidak mempunyai konsep kegagalan, dan kegagalan itu memberi informasi dan umpan balik, sehingga hanya mengenal konsep kesuksesan, kreatifitas, berani mencoba, konsep motivasi, konsep bangkit kembali, konsep kreatifitas, konsep kepasrahan diri dan segudang konsep lain yang sangat luar biasa yang menjadikan manusia sebagai makhluk pilihan Tuhan untuk menjadi pemimpin di bumi.

Kegagalan sesungguhnya dapat memberi umpan balik untuk mempertajam kreatifitas, bila kembali menggunakan konsep ketika kita masih kecil. George Land melaporkan dalam Break-Point and Beyond, bahwa kreativitas anak usia 5 tahun mencetak skor 98 %, anak usia 10 tahun mencetak skor 32 %, anak usia 15 tahun mencetak skor 10 %, dan orang dewasa usia 42 tahun mencetak skor hanya 2 %. Betapa tingginya skor kreatifitas anak usia 5 tahun dan sebaliknya betapa rendahnya skor kreatifitas orang dewasa yang usianya 42 tahun, kecuali mereka sejak kecil telah diasah kratifitasnya. Dengan demikian kita harus belajar banyak tentang kreatifitas kepada anak yang berusia 5 tahun ke bawah dan bahkan perlu untuk menjadi anak usia 5 tahun ketika mengalami kegagalan.
Anak kecil belum mengenal ejekan, cemoohan, hinaan dan bahan tertawaan dari orang. Merekan melihat masalah tersebut dengan cara sederhana, menyegarkan dan tanpa prasangka. Saya bersama-sama kawan sudah terbiasa diejek, dicemooh, dihina dan dijadikan bahan tertawaan dari orang, barangkali saya bersama kawan-kawan tersebut seperti anak kecil yang suka bermimpi. Ketika bimbingan tes hanya mempunyai 2 orang siswa, sambil mengatakan besok yang mendaftar antri seperti yang mendaftar tes masuk Perguruan Tinggi Negeri, hampir semua orang mengejek, mencemooh, menghina dan mentertawakan secara sinis. Sekarang siswa bimbingan tes itu mencapai 320.000 orang, saya yakin juga tetap mentertawakannya, tetapi dengan wajah dan hati yang berbeda. Demikian pula ketika mendirikan perguruan tinggi dengan gedung seperti rumah, karena memang rumah dan sewanya belum di bayar, karena memang tidak mempunyai uang, saya mengatakan ingin menjadi perguruan tinggi komputer terbaik di Indonesia. Hampir semua orang mengejek, mencemooh, menghina dan mentertawakan sambil menambah ejekan, AMIKOM adalah Akademi Mini KOMpo. Sekarang perguruan tinggi ini menjadi percontohan dunia versi UNESCO yang dikelola dengan model private entrepreneur.
Menurut Abraham Maslow, sifat yang dimiliki anak kecil belum mengenal ejekan, cemoohan, hinaan dan bahan tertawaan dari orang sering hilang ketika dewasa, yang terbukti dari hasil skor kreatifitas yang ditemukan George Land. Sifat kreatif nyaris memiliki arti sama dengan kesehatan, aktualisasi diri dan sifat manusiawi yang lengkap. Sifat-sifat yang dikaitkan dengan kreativitas ini adalah fleksibilitas, spontanitas, keberanian, berani membuat kesalahan, keterbukaan dan rendah hati. Saya menyarankan ketika mengalami kegagalan, maka kita lebih baik menjadi anak kecil yang tidak mengenal ejekan, cemoohan, hinaan, bahan tertawaan dari orang dan dapat melihat kegagalan tersebut dengan cara sederhana, menyegarkan dan tanpa prasangka. Bila itu sudah dapat kita lakukan, biasanya kita melompat ke depan sendirian yang dapat mengejutkan orang lain, menjadi manusia yang sangat kreatif dan tidak mengenal konsep kegagalan. “Kreativitas merupakan ciri dari tokoh-tokoh dunia yang telah mengaktualisasikan dirinya” kata Abraham Maslow.

kumpulan motivasi stia aan