Showing posts with label Renungan. Show all posts
Showing posts with label Renungan. Show all posts

Monday, July 25, 2011

Ketegaran dan Kesabaran

Ketegaran dan Kesabaran

oleh : Andrie Wongso

Alkisah, sepulang dari sekolah, Putri datang kepada ayahnya yang sedang membaca koran di teras belakang rumah.

“Ayah, ” sapa Putri dengan kepala tertunduk dan nada suara yang murung.

Sambil menurunkan koran yang sedang dibacanya, sang ayah memandang putrinya yang beranjak remaja itu. “Ada apa, Nak? Bagaimana di sekolah?”

“Ayah. Putri merasa capek. Putri sudah belajar mati-matian, untuk mendapat nilai bagus di sekolah. Tapi teman sekelasku bisa dapat nilai bagus dengan cara mencontek. Itu kan tidak adil namanya. Putri juga capek karena harus membantu ibu membersihkan rumah hingga waktu belajarku jadi kurang, sedangkan temanku pada punya pembantu. Kenapa kita tidak punya pembantu, Ayah?”

Dengan suara lebih lantang, si Putri melanjutkan uneg-unegnya.

“Putri juga capek, karena harus menabung dulu untuk bisa membeli sesuatu, sedang temanku bisa belanja tanpa harus menabung. Lebih capek lagi, Putri harus menjaga segala ucapan dan tingkah laku, sedangkan teman-temanku seenaknya berbicara sampai Putri sakit hati! Pokoknya, Putri capeeek menahan diri. Putri ingin seperti mereka. Bebas berkata dan melakukan apapun.” Dari suara sendu, Putri pun kemudian menangis tersedu-sedu.

Sambil mengelus kepala anak si putri penuh sayang, ayah berkata, ”Jangan menangis Putri. Ayo ikut, ayah akan menunjukkan sesuatu kepadamu!”

Sambil bergandengan tangan, ayah-anak itu menyusuri jalan yang berlubang di sana sini dengan banyak genangan air, semak berduri dan berbagai serangga yang berdengung di sekitar mereka.

”Ayah, kita mau ke mana sih?” tanya si Putri bingung. “Jalanan begitu kotor, aduuh... kaki Putri luka tergores duri. Iiih banyak nyamuk dan serangga pula!”

Sang ayah hanya menjawab pendek, “Sabar Putri, tegar Putri, sebentar lagi....”  

Ketegaran dan Kesabaran
Akhir perjalanan, mereka sampai di sebuah telaga yang menakjubkan. Airnya sangat jernih dan segar. Di sekelilingnya bunga yang cantik dan pepohonan yang rindang, serta burung dan kupu-kupu beraneka warna. Si Putri terpana kagum.

”Anakku, tahukah kau mengapa di sini begitu sepi padahal tempat ini amat indah? Karena tidak banyak orang yang mau bersusah payah menyusuri jalan kecil yang jelek tadi sehingga mereka tidak bisa menikmati surga alam yang begitu indah. Untuk menikmati sesuatu yang indah, perlu perjuangan dan kesabaran. Sama seperti kehidupan ini, harus sabar, tegar dalam bersikap baik, sabar dalam kejujuran, sabar dalam memperjuangkan kebenaran nilai. Tegar dalam menghadapi setiap kesulitan dan masalah yang muncul. " 

“Tapi Yah, kan tidak mudah untuk selalu bersabar dalam kebenaran.”

“Memang,” jawab sang ayah dengan lembut. “Karena itu, Ayah dan ibu senantiasa menggenggam tangan Putri, membimbing dan mendukung dalam kebaikan dan kebenaran. Hingga kelak suatu saat nanti, Putri mampu tegak berjalan sendiri, mulia bagi keluarga dan sesama. Apakah Putri mengerti?”

”Mengerti Ayah, terima kasih.”

Thursday, July 14, 2011

Kebahagiaan yang Menular

Kebahagiaan yang Menular 
oleh Andrie Wongso

Kebahagiaan yang Menular
Tadi pagi, seorang pemuda berangkat kerja. Ia memanggil taksi dan naik sambil menyapa sopir taksi itu terlebih dahulu. "Selamat pagi, Pak," katanya sambil tersenyum. "Pagi yang cerah ya?" Lalu ia bersenandung kecil. Sang sopir tersenyum melihat keceriaan penumpangnya :) Dengan senang hati, ia melajukan taksinya. Sesampainya di tempat tujuan, pemuda itu membayar dengan selembar Rp20.000, untuk argo yang hampir Rp15.000 "Kembaliannya buat Bapak saja. Selamat bekerja, ya Pak," kata pemuda itu sambil tersenyum. "Terima kasih," jawab sopir taksi itu dengan penuh syukur. "Wah...aku bisa sarapan dulu nih," pikir sopir taksi itu. Dan ia pun menuju ke sebuah warung. "Biasa, Pak?' tanya si mbok pemilik warung. "Iya biasa, nasi sayur. Tapi untuk hari ini tambahkan sepotong ayam," jawab pak sopir dengan tersenyum. Setelah selesai makan, ketika membayar nasi, ditambahkannya Rp1000. "Buat jajan anaknya si mbok," begitu katanya. Dan dengan tambahan uang jajan seribu rupiah, pagi itu anak si mbok berangkat ke sekolah dengan senyum lebih lebar. Ia bisa membeli dua buah roti pagi ini. Dan satu roti, diberikannya pada temannya yang tidak punya bekal. Begitulah, cerita bisa berlanjut. Bergulir... seperti "bola salju"... Pak sopir bisa lebih bahagia hari itu. Begitu juga keluarga si mbok. Teman-teman si anak. Keluarga mereka. Semua tertular kebahagiaan! :)

 kumpulan motivasi stia aan

Tuesday, May 31, 2011

Mahaguru dan Nelayan

Mahaguru dan Nelayan
sumber Andrie Wongso



Pada suatu waktu, ada seorang mahaguru yang ingin mengambil break dari kehidupannya sehari-hari sebagai akademisi. Akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke sebuah pantai dan meminta seorang nelayan untuk membawanya pergi melaut sampai ke horizon.
Seperempat perjalanan, mahaguru tersebut bertanya, "Wahai nelayan, apakah Anda mengenal ilmu geografi?"
Sang nelayan menjawab, "ilmu geografi yang saya ketahui adalah kalau di laut sudah mulai sering ombak pasang, maka musim hujan segera akan tiba."
"Nelayan bodoh!" kata mahaguru tersebut.
"Tahukah kamu bahwa dengan tidak menguasai ilmu geografi kamu sudah kehilangan seperempat kehidupanmu."
Seperempat perjalanan berikutnya, mahaguru tersebut bertanya pada nelayan apakah dia mempelajari ilmu biologi dan sains? Sang nelayan menjawab bahwa ilmu biologi yang dia kenal hanyalah mengetahui jenis ikan apa saja yang dapat dimakan. "Nelayan bodoh, dengan tidak menguasai sains kamu sudah kehilangan seperempat kehidupanmu." Kemudian mahaguru tersebut bercerita tentang Tuhan yang menciptakan umat manusia dengan struktur tubuh, kapasitas otak yang sama, dan lain-lain.
Selanjutnya mahaguru tersebut bertanya apakah nelayan tersebut mempelajari matematika? Sang nelayan menjawab bahwa matematika yang dia ketahui hanyalah bagaimana cara menimbang hasil tangkapannya, menghitung biaya yang sudah dikeluarkannya, dan menjual hasil tangkapannya agar dapat menghasilkan keuntungan secukupnya. Lagi-lagi mahaguru tersebut mengatakan betapa bodohnya sang nelayan dan dia sudah kehilangan lagi seperempat kehidupannya.
Kemudian, di perjalanan setelah jauh dari pantai dan mendekati horizon, mahaguru tersebut bertanya, "apa artinya awan hitam yang menggantung di langit?"
"Topan badai akan segera datang, dan akan membuat lautan menjadi sangat berbahaya." Jawab sang nelayan.
"Apakah bapak bisa berenang?" Tanya sang nelayan.
Ternyata sang mahaguru tersebut tidak bisa berenang. Sang nelayan kemudian berkata,
"Saya boleh saja kehilangan tiga-perempat kehidupan saya dengan tidak mempelajari tiga subyek yang tadi diutarakan oleh mahaguru, tetapi mahaguru akan kehilangan seluruh kehidupan yang dimiliki."
Kemudian nelayan tersebut meloncat dari perahu dan berenang ke pantai sedangkan mahaguru tersebut tenggelam.
Demikian juga dalam kehidupan kita, baik dalam pekerjaan ataupun pergaulan sehari-hari. Kadang-kadang kita meremehkan teman, anak buah ataupun sesama rekan kerja. Kalimat "tahu apa kamu" atau "si anu tidak tahu apa-apa" mungkin secara tidak sadar sering kita ungkapkan ketika sedang membahas sebuah permasalahan. Padahal, ada kalanya orang lain lebih mengetahui dan mempunyai kemampuan spesifik yang dapat mengatasi masalah yang timbul.
Seorang operator color mixing di pabrik tekstil atau cat mungkin lebih mengetahui hal-hal yang bersifat teknis daripada atasannya. Intinya, orang yang menggeluti bidangnya sehari-hari bisa dibilang memahami secara detail apa yang dia kerjakan dibandingkan orang 'luar' yang hanya tahu 'kulitnya' saja.
Mengenai kondisi dan kompetisi yang terjadi di pasar, pengetahuan seorang marketing manager mungkin akan kalah dibandingkan dengan seorang salesperson atau orang yang bergerak langsung di lapangan.
Atau sebaliknya, kita sering menganggap remeh orang baru. Kita menganggap orang baru tersebut tidak mengetahui secara mendalam mengenai bisnis yang kita geluti. Padahal, orang baru tersebut mungkin saja membawa ide-ide baru yang dapat memberikan terobosan untuk kemajuan perusahaan.
Sayangnya, kadang kita dibutakan oleh ego, pengalaman, pangkat dan jabatan kita sehingga mungkin akan menganggap remeh orang lain yang pengalaman, posisi atau pendidikannya di bawah kita. Kita jarang bertanya pada bawahan kita. Atau pun kalau bertanya, hanya sekedar basa-basi, pendapat dan masukannya sering dianggap sebagai angin lalu.
Padahal, kita tidak bisa bergantung pada kemampuan diri kita sendiri, kita membutuhkan orang lain. Keberhasilan kita tergantung pada keberhasilan orang lain. Begitu sebuah masalah muncul ke permukaan, kita tidak bisa mengatasinya dengan hanya mengandalkan kemampuan yang kita miliki. Kita harus menggabungkan kemampuan kita dengan orang lain.
Sehingga bila perahu kita tenggelam, kita masih akan ditolong oleh orang lain yang kita hargai kemampuannya. Tidak seperti mahaguru yang akhirnya ditinggalkan di perahu yang sedang dilanda topan badai dan dibiarkan mati tenggelam karena tidak menghargai kemampuan nelayan yang membawanya.
Yang jadi pertanyaan kita sekarang, apakah kita masih suka bertingkah laku seperti sang mahaguru? Bila ya, seberapa sering?

Sombong

Sombong
oleh Andrie Wongso
Sombong kumpulan motivasi stia aan yogyakarta

Pada suatu hari, seorang pria bertamu ke rumah seorang guru yang terkenal bijaksana. Sesampai di sana, ia tertegun keheranan. Dia melihat sang guru sedang sibuk bekerja; beliau mengangkut air dengan ember-ember besar serta menyikat lantai rumahnya sekuat tenaga.

"Guru, apa yang sedang Anda lakukan..?"

Sang guru menjawab, "Tadi saya kedatangan serombongan tamu yang meminta nasihat. Dan saya pun memberikan banyak nasihat yang bermanfaat bagi mereka. Tampaknya, mereka puas sekali! Namun, setelah rombongan itu pulang, tiba-tiba saja saya merasa menjadi orang yang amat hebat. Kesombongan saya mulai muncul. Maka saya melakukan hal ini untuk menghilangkan perasaan sombong itu."

Sahabat yang Bijaksana...
Sombong kumpulan motivasi stia aan yogyakarta

"Sombong" adalah penyakit hati yang sering menghinggapi kita semua. Benih-benihnya kerap muncul tanpa kita sadari. Di tingkat pertama, sombong disebabkan oleh faktor materi. Kita merasa lebih kaya, lebih rupawan, dan lebih terhormat daripada orang lain.
Di tingkat kedua, sombong disebabkan oleh faktor kecerdasan. Kita merasa lebih pintar, lebih kompeten, dan lebih berwawasan dibanding orang lain.
Dan di tingkat ketiga, sombong disebabkan faktor kebaikan. Kita sering menganggap diri kita lebih bermoral, lebih pemurah, dan lebih tulus dibandingkan dengan orang lain.

Yang menarik, semakin tinggi tingkat kesombongan, semakin sulit pula kita mendeteksinya. Sombong karena materi sangat mudah terlihat, namun sombong karena pengetahuan, apalagi sombong karena kebaikan, sulit terdeteksi karena seringkali hanya berbentuk benih-benih halus di dalam batin kita.

Mari setiap hari, kita memeriksa hati kita. Karena hal-hal baik yang terjadi pada diri kita saat ini, sangat mungkin terjadi karena perbuatan baik/amal yang kita lakukan pada masa lampau. Dan masa depan tergantung pada apa yang kita lakukan sekarang. Ada baiknya juga mengingat bahwa kita sebagai manusia punya harkat dan martabat yang sama, juga memiliki nilai sama di mata Sang Pencipta. Kesombongan hanya akan membawa kita pada "kejatuhan".



kumpulan motivasi stia aan

Tuesday, May 24, 2011

Mencari Kebahagiaan

Mencari Kebahagiaan
oleh Andrie Wongso

Mencari Kebahagiaan kumpulan motivasi stia aan yogyakarta
Alkisah pada suatu senja temaram, tampak seorang perempuan cantik berusia empat puluhan, berpakaian indah dan santun, turun dari mobil mewah yang ditumpangi. Dengan wajah yang tidak bahagia, dia mendatangi rumah bibinya yang berada di pinggir kota, jauh dari keramaian.



Setelah melepas kangen, sambil menarik napas panjang, perempuan itu berkata, "Bibi. Setelah anak-anak besar, saya merasa kesepian dan tidak bahagia. Saya merasa kehidupan ini begitu hampa dan tidak bermakna lagi."



Sambil tersenyum bijak, tanpa berkomentar sedikit pun si bibi memanggil seorang perempuan, yang bekerja sebagai pembantu harian di rumah itu.



“Mbak Anik, ini keponakan ibu. Datang dari kota ingin mendengar kisah bahagia. Nah, tolong mbak Anik ceritakan, bagaimana caranya menemukan kebahagiaan?”



Anik duduk di kursi yang ada di dekat perempuan itu, lalu mulai bercerita dengan gaya bahasanya yang lugu dan sederhana. Suaranya jernih dan jelas.



“Begini, Non. Saya pernah punya suami dan anak. Tetapi, suami saya meninggal karena kanker. Celakanya, tiga bulan kemudian putra tunggal saya menyusul bapaknya, meninggal ditabrak truk. Saat itu, saya tidak punya siapa pun. Saya enggak bisa tidur, enggak enak makan, enggak bisa tersenyum apalagi tertawa. Tiap hari selalu ada waktu untuk menangisi nasib saya yang jelek ini. Saya bahkan berpikir mau bunuh diri saja.



Lalu suatu malam, waktu pulang kerja, seekor kucing mengikuti saya. Karena di luar dingin, saya membiarkan anak kucing itu masuk ke dalam rumah. Saya memberinya susu, yang langsung habis diminum. Anak kucing itu mengeong dan menggosok-gosokkan badannya ke kaki saya. Untuk pertama kalinya dalam bulan itu, saya bisa tersenyum.



Saya sendiri merasa keheranan, lalu berpikir, jika membantu seekor anak kucing saja bisa membuat saya tersenyum, mungkin melakukan sesuatu untuk orang lain bisa membuat saya bahagia. Jadi, hari berikutnya, saya membuat kue pisang dan memberikannya ke tetangga yang lagi sakit dan tak bisa bangun dari tempat tidurnya. Dia sangat senang menerima pemberian saya dan kami pun sempat ngobrol dengan bahagia.



Setiap hari, saya mencoba berbuat baik, paling sedikit satu kali sehari berbuat baik. Karena yang saya rasakan, saat melihat orang lain bahagia, saya juga merasa bahagia. Hari ini, rasanya tidak ada orang yang bisa makan lahap dan tidur pulas seperti saya. Saya menemukan kebahagiaan ketika bisa membahagiakan orang lain.”



Mendengar cerita Anik, sontak perempuan kaya itu menangis. Ia sadar, ia punya segala sesuatu yang bisa dibeli dengan uang, tapi dia kehilangan hal-hal yang tak bisa dibeli uang. Kekayaan yang dipunyai ternyata tidak mampu membuatnya bahagia.



Teman-teman semua yang berbahagia! :

Syukur adalah magnet keberkahan. Dengan mensyukuri atas segala sesuatu yang telah kita miliki, maka kebahagiaan akan selalu mengalir di kehidupan kita. Sebaliknya jika kita tidak mampu menerima keadaan kita hari ini, sebagaimana adanya dan mensyukurinya, maka akan muncul “ketimpangan” batin. Akan terjadi gejolak ketidaknyamanan, ketidakbahagiaan, yang akan membawa kita pada penderitaan yang berkepanjangan.
Bisa bersyukur adalah “ilmu hidup” yang harus kita praktikkan. Kebahagiaan itu, bukan sekadar apa yang kita dapatkan! Mampu memberikan bantuan pertolongan bagi orang yang membutuhkan juga pasti akan melahirkan kebahagiaan sejati yang alami.


kumpulan motivasi stia aan

Friday, May 13, 2011

Pemburu dan Peternak Domba

Pemburu dan Peternak Domba
oleh Andrie Wongso

Pemburu dan Peternak Domba kumpulan motivasi stia aan yogyakarta


Pemburu dan Peternak Domba kumpulan motivasi stia aan yogyakartaAlkisah, pada zaman dahulu di sebuah desa, hiduplah keluarga pemburu dan peternak yang bertetangga. Untuk membantu saat berburu, si pemburu memiliki anjing-anjing peliharaan yang galak namun kurang terlatih. Celakanya, saat di rumah, anjing-anjing itu sering melompati pagar dan melukai domba-domba si peternak.



Walaupun sudah diperingatkan untuk menjaga anjing-anjingnya, si pemburu tidak mau peduli. Hingga suatu hari, kembali salah satu domba diserang dan terluka cukup parah.



Habislah kesabaran si peternak! Setelah berpikir lama, ia memutuskan pergi ke kota untuk menemui seorang hakim yang bijaksana. Setelah sang hakim mendengarkan cerita si peternak itu, dia berkata bijak, "Peternak yang baik, saya sebagai hakim, terhadap aduanmu, bisa saja menghukum si pemburu untuk mengganti kerugianmu dan memerintahkan dia untuk merantai atau mengurung anjing-anjingnya. Tetapi, bila itu saya lakukan, kamu akan kehilangan seorang teman. Mana yang lebih kamu inginkan, teman atau musuh yang jadi tetanggamu?"



"Pak Hakim, jujur saja, walapun saya merasa dirugikan secara materi, tetapi saya tidak ingin punya musuh, apalagi tetangga yang telah menjadi kawan saya sedari kecil," kata si peternak dengan suara murung.



"Jawaban yang baik dan bijak! Jika kamu ingin domba-dombamu aman tetapi tetanggamu menjadi teman yang baik, saya berikan sebuah saran...silakan kamu jalankan." Setelah mendengar saran sang hakim, si peternak langsung setuju.



Sesampainya di rumah, peternak itu segera menuju ke kandang dan memilih sepasang anak domba yang sehat, kemudian menghadiahkannya kepada anak-anak tetangganya. Keluarga si pemburu menerima hadiah itu dengan penuh sukacita. Tak lama, anak-anaknya pun asyik bermain dengan domba-domba kecil yang lucu dan keesokan harinya mereka mulai berkunjung ke rumah si peternak untuk belajar merawat domba-domba tersebut.



Melihat kebahagiaan anak-anaknya, tanpa diminta, si pemburu dengan sukarela mengurung anjing-anjingnya agar tidak mengganggu domba-domba kecil kesayangan anak-anaknya. Dan sejak saat itu pula, domba-domba si peternak pun menjadi aman.



Untuk membalas kebaikan si peternak, si pemburu selalu membagi hasil buruannya ke si peternak. Si peternak membalasnya dengan mengirimkan susu dan keju dari hasil dari peternakannya. Akhirnya...singkat cerita, si pemburu dan si peternak pun kembali bertetangga dengan bahagia. :)



Sahabat yang Luar Biasa!



Cara terbaik untuk "mengalahkan" dan mempengaruhi orang adalah dengan kebajikan dan belas kasih. Seperti dicontohkan pada cerita di atas, saat keburukan dan sifat ego dibalas dengan kebaikan, ternyata hasilnya membawa manfaat dan kebahagiaan bersama.



Demikian pula di kehidupan ini, saat ego dikalahkan maka kemenangan akan memihak kepada kita. Saat perbuatan baik kita lakukan, sesungguhnya kita sedang melindungi diri sendiri dari kemalangan yang mungkin sedang mengintai.Mari, mulai membantu dan memberi perhatian kepada orang-orang di sekitar kita.



Salam sukses Luar Biasa!

kumpulan motivasi stia aan

Friday, April 29, 2011

Burung Berbakat yang Sombong

Burung Berbakat yang Sombong
Penulis : Andrie Wongso
Burung Berbakat yang Sombong kumpulan motivasi stia aan yogyakarta
Suatu kali, seperti biasa, burung kutilang berkicau dengan indahnya menyambut datangnya pagi. Banyak burung lain yang sebenarnya iri dengan kicauan kutilang. Sebab, ia bisa bernyanyi dengan merdunya sehingga banyak makhluk yang mengaguminya.


Salah satu yang sangat mengaguminya adalah burung pipit. Karena itu, pipit yang bisanya hanya bercuit-cuit, ingin berguru pada kutilang. Pipit juga ingin bisa bernyanyi semerdu burung kutilang. Maka, ia pun meminta agar Sang Kutilang mau mengajarinya menyanyi.


"Wahai Kutilang yang aku kagumi! Aku sangat ingin mempunyai suara merdu semerdu kicauanmu. Selama ini, aku hanya bisa bercuit-cuit dengan satu buah nada saja. Apakah kamu bisa mengajariku agar juga mampu bernyanyi dan ikut mengiringi indahnya terbitnya mentari pagi?" pinta pipit dengan sopan.


Mendengar permintaan itu, kutilang yang merasa dirinya paling merdu suaranya bukannya menerima, tapi malah mengejek si pipit. "Wahai Pipit. Kamu itu memang tercipta hanya sebagai burung yang bisanya hanya bercuit-cuit saja. Sedangkan aku, aku itu memang diciptakan untuk bisa bernyanyi merdu. Sedari lahir, aku sudah punya bakat menyanyi. Jadi, mana mungkin aku mengajarimu menyanyi seperti diriku?" elak Sang Kutilang.


"Tapi, paling tidak, ajarilah aku satu lagu saja. Siapa tahu, aku bisa mengubah kicauanku lebih indah," desak pipit pilu.


"Hmm... Sia-sia saja kamu memintaku. Kamu itu tidak punya bakat menyanyi! Percuma saja aku mengajarimu. Pergi sana. Biarkan aku menyanyi kembali. Ada banyak makhluk yang merindukan kicauanku. Jangan ganggu nyanyianku dengan permintaanmu," seru sang Kutilang pongah.


Pipit pun sangat sedih saat diusir kutilang. Ia pun pergi dan segera terbang menjauh dari kutilang. Namun, belum terlalu jauh dari sana, ia mendengar suara kutilang yang tak seperti biasanya. Kicauannya justru bernada sedih dan ketakutan. Sayup-sayup pipit kemudian mendengar, "Tolong... tolong.. tolong... Keluarkan aku dari sini. Aku mau bebas terbang. Tolong aku..."


Pipit yang mengenali itu suara kutilang, segera mendatanginya. Dilihatnya Sang Kutilang terjebak masuk ke dalam sangkar yang disiapkan pencari burung. Pipit pun segera menghampiri kutilang yang tak bisa keluar dari sangkar jebakan itu.


"Wahai Pipit. Maafkan aku. Bisakah kamu menolongku keluar dari sangkar ini? Saat hendak bernyanyi tadi, aku sangat lapar. Agar suaraku tetap merdu dan tetap nyaring, aku harus mencari makanan. Dan, saat aku melihat buah yang ranum di sangkar ini, aku segera masuk memakannya. Tapi, ternyata, aku tak bisa keluar lagi. Tolong aku pipit. Bisakah kamu menolongku agar keluar dari sini? Aku berjanji akan mengajarimu lagu apa saja," rayu Kutilang.


Pipit pun merasa iba. Akhirnya, ia pun berusaha melepaskan kutilang dari sangkar itu. Berulang kali ia mencoba. Namun, karena kurang hati-hati, ia malah ikut terjebak dalam sangkar itu. Kedua burung itu pun berteriak ketakutan.

Sore harinya, saat menjelang matahari terbenam, seorang pencari burung menemukan jebakannya berhasil menangkap dua burung. Satunya kutilang, satu lagi pipit. Namun, karena suara pipit tak semerdu suara kutilang, pipit pun dilepaskannya. Burung pipit terbebas dari sangkar. Kini, kutilang yang sombong hanya bisa menatap kepergian pipit dengan sedih. Kutilang tak sebebas dulu lagi...


Pembaca yang luar biasa...


Setiap makhluk yang diciptakan Sang Mahakuasa pasti mempunyai talentanya masing-masing. Bahkan, orang yang merasa tak punya bakat sekali pun, jika mau menggali dan mencari, serta dengan tekun mengasahnya, pasti memiliki kelebihan yang barangkali tak dimiliki oleh orang lain.


Karena itu, jangan pernah merasa sombong dan tinggi hati karena kita merasa punya kelebihan dibandingkan orang lain. Sebab, bisa jadi, apa yang kita kuasai, tak akan jadi sesuatu yang bermakna tanpa bantuan orang lain. Pemain bulu tangkis berbakat tak kan jadi hebat tanpa polesan pelatih yang tahu kelebihan dan kelemahan sang pemain. Seorang maestro lukisan tak kan jadi pelukis hebat tanpa mendapat kritikan dan masukan dari orang lain.


Sebaliknya, jangan pula merasa rendah diri hanya karena merasa tak punya kelebihan yang menonjol yang bisa dibanggakan. Sebab, bisa jadi, peran kecil dalam kehidupan yang kita jalani, bisa berarti banyak bagi orang lain. Seorang penata lampu di panggung meski tak tampak oleh penonton, ia menjadikan tata lampu pertunjukan jadi lebih indah sehingga penonton lebih terpuaskan. Seorang penyapu jalanan bisa jauh lebih berarti karena ia mampu mencegah sampah bertumpuk yang berpotensi mengundang penyakit dan bahkan banjir.


Mari, syukuri setiap kelebihan dan potensi yang kita miliki. Jangan patah arang jika merasa belum menemukan bakat yang kita miliki. Terus gali dan kembangkan hal apa saja yang bisa kita kuasai. Sebaliknya, jangan pula terjatuh dalam "kubangan" kesombongan layaknya Sang Kutilang, sehingga akan merugikan diri sendiri.


Salam sukses, luar biasa!!!



kumpulan motivasi stia aan

Monday, April 18, 2011

Anak dengan Roti Gandum

Anak dengan Roti Gandum
oleh Bong Chandra ( http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150330314700207 )


Seorang anak miskin menabung selama bertahun2 utk membeli sebuah tiket kapal pesiar mewah. Pada hari pertama di kapal pesiar, anak ini membawa bekal sebuah roti gandum utk menghemat uangnya. Hari kedua, anak ini pun kembali makan roti gandum. Pada hari ketiga, seorang petugas kapal memergoki anak ini yg sedang makan roti gandum.



"Kenapa kamu makan roti gandum terus?" Tanya petugas."Saya tidak punya uang!" Jawab anak"Tahukah kamu tiket yg kamu beli sudah termasuk dgn makan di hotel bintang 5 di kapal pesiar ini" Kata petugas



Seringkali Tuhan sudah mempersiapkan makan mewah dlm hidup kita. Tetapi kita merasa tidak LAYAK utk mendapatkannya. Ketahuilah, Anda LAYAK untuk mendapatkan makan mewah dalam hidup Anda. Anda telah membayar harganya, Anda LAYAK!



kumpulan motivasi stia aan

Paku.

Paku.
sumber salah satu ebook dari ( http://duniadownload.com/ )

Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bersifat pemarah. Untuk
mengurangi kebiasaan marah sang anak. ayahnya memberikan
sekantong paku dan mengatakan pada anak itu untuk memakukan sebuah
paku di pagar belakang setiap kali dia marah „.

Hari pertama anak itu telah memakukan 48 paku ke pagar setiap kali dia
marah ... Lalu secara bertahap jumlah itu berkurang. Dia mendapati
bahwa ternyata lebih mudah menahan amarahnya daripada memakukan
paku ke pagar.

Akhirnya tibalah hari dimana anak tersebut merasa sama sekali bisa
mengendalikan amarahnya dan tidak cepat kehilangan kesabarannya. Dia
memberitahukan hal ini kepada ayahnya, yang kemudian mengusulkan
agar dia mencabut satu paku untuk setiap hari dimana dia tidak marah.

Hari-hari berlalu dan anak laki-laki itu akhirnya memberitahu ayahnya
bahwa semua paku telah tercabut olehnya. Lalu sang ayah menuntun
anaknya ke pagar. "Hmm, kamu telah berhasil dengan baik anakku, tapi,
lihatlah lubang-lubang di pagar ini. Pagar ini tidak akan pernah bisa sama
seperti sebelumnya. "Ketika kamu mengatakan sesuatu dalam
kemarahan. Kata-katamu meninggalkan bekas seperti lubang ini... di hati
orang lain.

Kamu dapat menusukkan pisau pada seseorang, lalu mencabut pisau itu
... Tetapi tidak peduli beberapa kali kamu minta maaf. luka itu akan tetap
ada ... dan luka karena kata-kata adalah sama buruknya dengan luka



kumpulan motivasi stia aan

Wednesday, April 13, 2011

Nilai Kepercayaan

Nilai Kepercayaan
oleh Andrie Wongso ( http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150118781439160 )
Nilai Kepercayaan kumpulan motivasi stia aan yogyakarta
Sukses dimulai hari ini dari apa yang dimiliki dengan memanfaatkan peluang yang ada di hadapan kita. Ini seperti mengada-ada, tetapi jika menelaah lebih jauh, banyak kisah sukses dimulai dari hal yang biasa.



Pebisnis sukses, misalnya, banyak di antara mereka yang memulainya dari modal tak seberapa. Namun mereka berhasil mengoptimalkan kemampuannya dan mengintegrasikannya dengan kesempatan yang ditemuinya. Ketekunan, kesabaran, kemauan belajar, dan keberanian menggarap peluang justru menjadi modal utamanya. Sedangkan modal uang menyusul kemudian, bahkan seringkali datang sendiri karena si pemilik modal sudah menaruh kepercayaan besar kepadanya. Mereka pun tahan banting dan tak menyerah ketika kegagalan menghadang. Selalu bangkit lagi adalah obat mujarabnya.



Di seberang sana, ada sebagian orang yang selalu merasa belum saatnya melangkah. Alih-alih segera bertindak dengan apa yang dimilikinya, mereka justru selalu menunggu waktu yang tepat. Padahal dengan selalu menunggu momen terbaik cepat berlalu.



Masuk kelompok manakah kita?



kumpulan motivasi stia aan

Monday, April 11, 2011

Mengeluh Vs Bersyukur

Mengeluh Vs Bersyukur
oleh Kata Kata Motivasi ( http://www.facebook.com/note.php?note_id=173512076003425 )
Mengeluh Vs Bersyukur kumpulan motivasi stia aan yogyakarta

Mengeluh adalah hal yang sangat mudah dilakukan dan bagi beberapa orang hal ini telah menjadi suatu kebiasaan. Kalau Anda termasuk orang yang suka mengeluh maka ketahuilah bahwa kebiasaan mengeluh tidak akan membuat situasi yang Anda hadapi menjadi lebih baik, malahan hanya akan menguras energi Anda dan menciptakan perasaan negatif yang tidak memberdayakan diri Anda.



Coba tanyakan diri Anda apabila seandainya, Anda memiliki dua orang teman, yang pertama selalu mengucapkan kata-kata positif dan yang kedua selalu mengeluh, Anda akan lebih senang berhubungan dengan yang mana? Saya yakin jawaban Anda adalah teman yang pertama, karena pada dasarnya semua orang senang berhubungan dengan orang-orang positif yang kata-katanya membangun, menghibur, menguatkan.



Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa kita sering mengeluh? Kita mengeluh karena kita kecewa bahwa realitas yang terjadi tidak sesuai dengan harapan atau keinginan kita. Dan Anda perlu sadari bahwa hal ini akan terjadi hampir setiap hari dalam kehidupan yaitu kenyataan yang terjadi seringkali tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan. Tapi, seringkali juga melebihi yang kita inginkan.



Jadi cara mengatasinya sebenarnya mudah kita hanya perlu belajar bersyukur dalam segala keadaan yang kita hadapi.

Sebagai contoh, jika Anda sering mengeluh dengan pekerjaan Anda, Anda perlu tahu berapa banyak jumlah pengangguran yang ada di Indonesia saat ini? Menurut informasi hampir 60% orang pada usia kerja produktif tidak punya pekerjaan, jadi bersyukurlah Anda masih memiliki pekerjaan dan penghasilan. Atau Anda mengeluh karena jalanan sering macet saat Anda mengemudi, untuk hal ini ketahuilah bahwa ada jutaan orang yang tidak memiliki kendaraan pribadi seperti Anda.



Ada cerita menarik mengenai dua pasien rumah sakit jiwa. Pasien pertama sedang duduk termenung sambil menggumam, ”Sinta, Sinta”. Seorang pengunjung yang keheranan menanyakan masalah yang dihadapi orang ini. Si dokter menjawab, ”Orang ini jadi gila setelah cintanya ditolak oleh Sinta’.’ Si pengunjung manggut-manggut, tapi begitu lewat sel lain ia terkejut melihat penghuni lain itu terus menerus memukulkan kepalanya di tembok dan berteriak, ”Sinta, Sinta”. Orang ini juga punya masalah dengan Sinta? ” tanyanya keheranan. Dokter kemudian menjawab, ” Ya, dialah yang akhirnya menikah dengan Sinta”.

Percayalah bahwa di balik semua hal yang kita sering keluhkan pasti ada hal yang dapat kita syukuri. Para ahli psikologi mengatakan “Sikap bersyukur adalah emosi yang tersehat”. Seorang pakar stress bernama Hans Seyle juga berkata, “Sikap bersyukur menghasilkan energi emosional lebih daripada sikap yang lain dalam hidup ini”. Yang menarik adalah Anda selalu dapat memilih dalam setiap kejadian yang dihadapi apakah Anda akan mengeluh atau bersyukur.



Ada juga cerita mengenai seorang pengusaha yang terbangun di sebuah rumah sakit dan istrinya yang setia sedang mendampinginya menjalani perawatan. Pria ini berkata pada Istrinya, “Kamu tahu waktu pertama kali kita menikah usaha kita bangkrut dan Engkau ada di sisiku, setelah itu di tahun kedua pernikahan kita harta benda yang telah aku kumpul buat masa depan keluarga kita lenyap dicuri orang namun Kamu masih tetap setia menemaniku. Selanjutnya lagi saat rumah yang telah kita cicil mengalami kebakaran Engkau pun di sisiku juga. Melalui semua itu Kamu selalu di sisiku”. Istrinya menjawab, “Ya aku akan selamanya setia berada di sisimu suamiku dalam keadaan apapun”. Pengusaha ini berkata, “Sekarang aku terbaring lemah di rumah sakit, Kamu tetap ada di sisiku”. Ia menjawab, “Pasti, aku selalu bersedia ada di sisimu”. Yang terjadi kemudian pengusaha ini berkata lagi, “Makanya sekarang aku mulai berpikir bahwa kehadiranmulah yang menjadi pembawa semua kesialan ini”.



Herannya ada orang-orang tertentu yang memang tidak paham bagaimana cara bersyukur dan orang-orang seperti ini kelihatannya tidak pernah dapat melihat sesuatu hal yang baik ataupun positif karena pandangannya cuma tertuju pada hal yang buruk. Semoga penyakit mental tersebut tidak tertularkan pada kita semua yang ada disini.



Mulai ambil waktu untuk bersyukur setiap hari. Bersyukurlah atas pekerjaan Anda, rekan kerja Anda, kesehatan Anda, keluarga Anda atau apapun yang dapat Anda syukuri. Bersyukurlah lebih banyak dan percayalah hidup Anda akan lebih mudah dan keberuntungan senantiasa selalu bersama Anda, karena Anda dapat melihat hal-hal yang selama ini mungkin luput dari pandangan Anda karena Anda terlalu sibuk mengeluh.



Kalau semakin banyak kita bersyukur atas apa yang kita miliki, maka semakin banyak hal yang akan kita miliki untuk disyukuri. Berarti semakin banyak Anda mengeluh atas masalah yang Anda alami, maka jangan heran jika rasanya semakin banyak masalah yang kita alami untuk dikeluhkan, sebab pikiran Anda menjadi terbiasa untuk fokus dengan hal-hal negatif untuk dikeluhkan.



Jangan mengeluh bila Anda menghadapi kesulitan tetapi lakukanlah hal berikut ini. Tutuplah mata Anda, tarik nafas panjang, tahan sebentar dan kemudian hembuskan pelan-pelan dari mulut Anda, buka mata Anda, tersenyumlah dan pikirkanlah bahwa suatu saat nanti Anda akan bersyukur atas semua yang terjadi pada saat ini.



Biasakan diri untuk tidak ikut-ikutan mengeluh bila Anda sedang bersama teman-teman yang sedang mengeluh, coba beri tanggapan yang positif atau tidak sama sekali. Jika anda tidak mampu mempengaruhinya untuk tidak mengeluh, maka Andalah yang nantinya akan dipengaruhinya untuk terbiasa mengeluh. Selalu berpikir positif dan kembangkan sikap penuh syukur lalu lihatlah PERUBAHAN dalam hidup Anda :) Hidup anda Indah teman, INDAH! bersyukurlah..



kumpulan motivasi stia aan

Sunday, April 10, 2011

Warisan Terhebat Sang Nenek

Warisan Terhebat Sang Nenek
oleh Kata Kata Motivasi( http://www.facebook.com/login/setashome.php?ref=genlogin#!/note.php?note_id=172348292786470 )

Warisan Terhebat Sang Nenek kumpulan motivasi stia aan yogyakarta
Pada suatu masa, hiduplah seorang nenek tua renta bersama seorang cucunya yang baru menginjak remaja. Kedua orangtua dari cucunya telah meninggal terlebih dahulu. Mereka berdua tinggal di sebuah gubuk yang hampir roboh. Mereka terpaksa tinggal di sana karena tidak memiliki uang. Mereka sangatlah miskin, tidak seperti tetangga-tetangga yang hidup berkecukupan.



Sang nenek pun sudah tua dan sakit-sakitan. Cucunya dengan penuh kasih sayang merawatnya. Meskipun ia bekerja keras banting tulang, ia hanya bisa mendapatkan sedikit uang yang tentunya tidak cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Pekerjaan apapun dilakukannya asalkan bisa menghasilkan uang. Hidupnya seperti tidak memiliki masa depan, gali lubang tutup lubang.



Setelah beberapa waktu lamanya, sang nenek merasa waktunya hampir tiba meninggalkan dunia ini. Sang nenek begitu sedih karena tidak punya apapun untuk cucunya kelak ketika dirinya sudah tiada. Akhirnya timbullah ide cemerlang. Dengan sedikit uang yang dikumpulkan dengan susah payah, dan dengan tubuh yang sakit-sakitan, ia berjalan sendiri ke sebuah toko tanpa sepengetahuan cucunya yang sedang bekerja.

Apa yang ingin dibeli sang nenek? Ternyata ia membeli sebuah boneka shaolin yang biasa dipakai untuk berlatih kungfu. Boneka tersebut ia taruh di gubuknya dan ditutup sedemikian rupa agar cucunya tidak melihatnya.



Akhirnya tibalah waktu ketika sakit sang nenek sudah tidak tertolong lagi. Ia menghembuskan napasnya yang terakhir. Cucunya sangat berduka dan bersedih, karena neneknya adalah orang yang paling dekat dengan dirinya. Ia tidak memiliki teman seperti layaknya orang lain. Ia tidak akan bisa lagi bercerita dan berbagi dengan orang terdekatnya. Ia tidak punya siapa-siapa lagi, ia hidup sebatang kara.



Setelah beberapa hari berlalu, pemuda tersebut semakin sedih karena kesepian dan hidup sendirian. Ia terombang-ambing dalam hidup yang tidak pasti. Ketika rasa putus asa itu begitu besar, ia pernah berniat untuk mengakhiri hidupnya sendiri. Sebelum ia sempat melaksanakan niatnya, ia teringat dengan wasiat yang diberikan nenek kepada dirinya sebelum neneknya wafat.

Dengan cepat, ia membuka surat wasiat tersebut.



Beginilah isi surat wasiat yang ditulis oleh sang nenek …

Cucuku tersayang, pada saat kamu baca surat ini, berarti nenek sudah tidak ada lagi di dunia ini. Nenek juga sebenarnya berat meninggalkanmu dalam keadaan susah seperti ini, tapi ini sudah takdir. Nenek tidak punya harta yang bisa diwariskan padamu. Nenek minta maaf karena tidak bisa memberikan yang terbaik sampai detik terakhir. Kamu jangan bersedih. Nenek tahu hidup kamu susah. Kita juga tidak seberuntung orang lain yang bisa hidup senang. Tapi, kamu jangan sampai putus asa karena hidup harus terus berlanjut. Nenek hanya punya sebuah warisan untukmu. Warisan ini nenek beli untuk dihadiahkan kepada kamu dan ada di dalam gubuk dengan bungkusan yang besar.”



[Pemuda tersebut menemukan dan membuka bungkusannya. Isinya adalah sebuah boneka shaolin. Tapi ia tidak tahu apa maksudnya. Ia melanjutkan surat wasiat tadi].

“Nenek memberi boneka shaolin ini agar kamu bisa menjadi seperti dirinya. Lihatlah boneka itu dan cobalah pukul sekuat-kuatnya.”

[Pemuda itu mencoba memukulnya, dan boneka itu terombang-ambing. Tetapi sesaat kemudian, boneka itu berdiri tegak seperti semula. Alangkah terkejutnya pemuda itu. Berkali-kali ia memukul sekuat tenaga sampai lelah, tetapi boneka itu tetap tidak mau terjatuh].



”Lihatlah boneka itu, ia akan tetap berdiri tegar meskipun dipukul berkali-kali. Ia tidak pernah terjatuh. Ia tetap sabar menerima pukulan dan sebanyak itulah ia akan tetap berdiri, tanpa pernah menyerah. Cucuku, hidup terkadang sulit. Nenek hanya mengharapkan kamu agar tidak menyerah. Ketika kamu jatuh dan putus asa, lihat kembali boneka ini. Kamu harus tetap berdiri. Ketika pukulan dan hantaman datang bertubi-tubi, sebanyak itulah kamu harus bertahan dan tetap bangkit. Saat kamu bertekad untuk tidak pernah menyerah, maka orang lain yang akan menyerah dan saat itulah kamu akan menang.



Hidup kamu sekarang memang susah. Tapi, jika kamu tidak pernah mau menyerah, hidup kamu pasti akan berubah. Saat itulah nenek akan bangga melihat kamu. Meskipun kamu seorang diri, jangan takut. Nenek akan selalu melihat dan menemanimu. Lakukan apa yang harus kamu lakukan dan jadilah seorang yang bermental seperti boneka shaolin itu. Meskipun kamu miskin, kamu harus memiliki mental seorang pemenang. Suatu saat nanti kamu pasti akan tahu maksud nenek. Semoga wasiat dan warisan dari nenek bisa mengubah hidup kamu.”



Setelah membaca surat wasiat nenek, pemuda itu menangis keras. Ia merasa begitu bodoh karena sebelumnya berniat untuk bunuh diri. Saat itulah, dirinya berubah. Surat wasiat itu benar-benar membuatnya menjadi seorang bermental baja. Dengan bekal itu, beberapa tahun kemudian, ia benar-benar menjadi orang yang sangat sukses dan kaya raya. Warisan sang nenek yang terkesan tidak berharga ternyata mampu mengubah seorang pemuda putus asa menjadi seorang juara.



Sahabat seperjuangan, berapa banyak orang yang berani bangkit lagi setelah jatuh berkali-kali? Berapa banyak orang yang terus maju meskipun terus-menerus gagal? Berapa banyak orang yang terus berjuang meskipun sudah pernah kalah sebelumnya? Tidak banyak orang yang seperti itu. Sangat banyak orang yang lebih memilih menyerah. Mereka tidak kuat ketika menyadari diri mereka terjatuh dan kalah. Bahkan tidak sedikit pula yang sudah menyerah kalah sebelum gendang perang ditabuh. Inilah penyakit mental masyarakat.



Adakah sesuatu hal yang seharusnya Anda lakukan, tetapi Anda memutuskan untuk berhenti? Coba ingat-ingat kembali hal berharga yang bisa Anda raih jika saja Anda tidak pernah menyerah.

Sayang, hal berharga tersebut harus hilang karena Anda memutuskan untuk mengaku kalah. Hal yang bisa membuat Anda bahagia dan bangga jika tercapai ternyata harus terbang begitu saja. Apakah hal tersebut terlalu kecil sehingga Anda membuangnya dengan cara berhenti dan menyerah?

Apakah Anda rela menukarkan impian Anda yang begitu berharga dengan sebuah pengakuan bahwa Anda sudah menyerah?



Ingat, jika Anda tidak pernah mau menyerah, maka cepat atau lambat lawan Anda yang akan menyerah. Jika lawan Anda sudah menyerah, maka Andalah yang menjadi pemenang. Berjanjilah untuk memberikan perlawanan yang terbaik dan terhebat. Meskipun Anda akhirnya harus kalah, katakan pada lawan Anda bahwa ia pun tidak akan menang dengan mudah. Katakan padanya jika ia akhirnya menang, ia akan menang dengan perjuangan yang berdarah-darah dan mati-matian sampai sisa tenaga terakhir! dan LAWAN itu ialah KELEMAHAN anda sendiri (rasa malas, cepat putus asa, ketakutan, banyak alasan dan segala penyakit mental dalam diri anda).

Jadi ketika anda jatuh, bangkit dan coba lagi.. jatuh, Bangkit dan COBA lagi.. jatuh, BANGKIT dan LAWAN lagi!!

ANDA PASTI BISA!!!

kumpulan motivasi stia aan